Follow Us @soratemplates

Rabu, 08 November 2017

Salad



A. Pengertian Salad
Salad berasal dari bahasa latin yaitu Herba Salata. Herba berarti sayuran, salata artinya digarami atau diberi garam. Jadi Herba Salata adalah sayuran yang diberi garam.
Salad dapat didefinisikan secara umum sebagai aneka hidangan dingin yang terbuat dari daging, unggas, buah-buahan, produk harian atau sayuran, disajikan secara terpisah atau dicampur, umumnya dengan beragam dressing.

B. Komposisi Salad
         Salad yang lengkap (Complete Salad) terdiri dari 4 bagian pokok, yaitu :
1.      Underliner (Alas atau dasar)
Underliner merupakan bagian dasar atau alas dari salad. Pada umumnya dibuat dari sayuran daun hijau agar salad tampak lebih segar, namun kadang bukan sayuran hijau. Beberapa contoh sayuran yang bisa digunakan sebagai underliner adalah daun selada (lettuce), red cabbage, sawi putih (petsai), endive (chivory = mirip sawi putih berukuran lebih kecil, helai daun menguncup). Hal yang perlu diperhatikan adalah waktu mengatur underliner tidak boleh menutupi logo/simbol hotel, tidak boleh menjorok keluar piring dan tidak boleh terlalu masuk ke dalam sehingga underliner tertutup oleh body.
2.      Body
Body merupakan bagian utama dari salad. Nama salad pada umumnya diambil dari bagian utama ini. Hal yang perlu diperhatikan waktu mengatur body :
-          Dressing dicampur dengan body sesaat akan disajikan.
-          Body yang dicampur dengan saos mayonnaise tidak boleh meleleh, tetapi tetap merupakan onggokan yang rapi.
-          Body tidak boleh menutupi underliner.
3.      Dressing
Dressing adalah cairan (liquid) atau cairan yang dikentalkan (semi liquid) yang mempunyai rasa kecut dan tajam. Dressing merupakan saos yang beraroma kuat untuk meningkatkan rasa atau penampilan dan body bahan untuk menambah kelembaban sayuran.
Dressing diklarifikasikan sebagai cairan emulsi. Berarti merupakan campuran dari dua cairan yang tidak mudah dicampur bersamaan. Salad dressing harus mempunyai rasa yang lebih menonjol dari rasa bahan utama, karena :
-          Bahan utama yang digunakan sebagian besar dari sayuran segar atau bahan makanan segar lainnya yang belum dibumbui.
-          Bahan utama yang dimasak biasanya hanya diberi sedikit bumbu dan kadang tidak begitu terasa.
Hal yang perlu diperhatikan waktu memberi dressing :
-          Dressing tidak boleh terendam salad.
-          Penambahan dressing pada isi dilakukan saat akan dihidangkan.
4.      Garnish (Hiasan)
Garnish berarti hiasan. Hiasan pada salad dapat diambil dari bagian isi (body) atau makanan lain. Hal yang perlu diperhatikan :
-          Hiasan sederhana tetapi menarik.
-          Hiasan dapat dimakan bersama salad, dan mempunyai rasa yang sesuai dengan isi (body).

C.    Fungsi Salad
          Salad dapat dihidangkan sebagai :
-          Appetizer/hidangan pembuka, yaitu sebagai makanan pembuka untuk membangkitkan selera makan. Pemilihan salad sebagai pembuka hidangan harus ringan dan sedikit serta harus dirancang untuk membangkitkan selera makan. Ukuran porsi 50-75 gr.
-          Acompaniment/side dish, yaitu sebagai makanan penyerta atau makanan pengiring. Salad pendamping hidangan, baik disajikan dengan hidangan utama, atau sebagai hidangan terpisah, harus memberikan aroma, susunan, warna, bentuk, dan temperatur yang berbeda dengan makanan pada hidangan utama. Ukuran porsi 40-50 gr.
-          Main Dish yaitu sebagai makanan utama. Beberapa salad dapat disajikan sebagai hidangan utama. Umumnya memiliki dasar yang terbuat dari daging, ikan, seafood, atau cottage cheese, ditambah dengan cincangan seledri atau sayuran lainnya. Dapat juga digunakan produk dari makaroni matang, nasi, kentang, atau jenis karbohidrat lainnya. Salad yang terbuat dari pasta, seperti salad ayam dengan nanas dan tomat, atau salad tomat yang diisi dengan ikan tuna, dapat disajikan sebagai hidangan utamauntuk acara makan siang atau bahkan untuk acara makan malam. Ukuran porsi 80-125 gr.
-          Hidangan Penutup, Umumnya manis dan mengenyangkan.
Salad sebagai hidangan penutup umumnya manis dan mengenyangkan. Dapat disajikan sebagai hidangan terpisah pendamping minuman pada acara pesta-pesta, atau dapat disajikan sebagai hidangan yang lengkap. Salad segar terbuat dari kacang-kacangan, buah-buahan, atau produk harian, salad mengkilap dan salad beku, semua dapat digunakan sebagai hidangan penutup. Dressing umumnya terasa manis. Ukuran porsi sama dengan appetizer yaitu 50-75 gr.

D.    Klasifikasi Salad
          Salad dapat digolongkan menjadi beberapa golongan berdasarkan :
1.      Bahan utama
-          Vegetable Based Salad
-          Meat Based Salad
-          Poultry Based Salad
-          Fish and Selfish Based Salad
-          Rice and Pasta Based Salad
-          Fruit Based Salad
2.      Komposisi jenis makanan
Dari komposisinya salad dibedakan menjadi :
-          Simple Salad
Salad ini dibuat dari satu atau paling banyak dua jenis bahan makanan.
-          Complex Salad atau Compound Salad
Salad ini dibuat dari tiga jenis atau lebih bahan makanan.
-          American Salad
Hampir sama dengan Compound Salad tetapi bahan utama/body terbuat dari buah-buahan.

E.   Dasar-dasar Menyiapkan Salad
            Berikut adalah beberapa hal mendasar yang akan mempersingkat persiapan salad :
1.      Persiapkan semua bahan, cuci dan potong semua sayuran.
Siapkan sayuran yang telah dimasak, potong semua buah, sayuran dan garnish. Campur semua bahan isian yang sebelumnya telah ditiriskan, dinginkan.
2.      Siapkan alat saji di atas meja, susun alat saji tersebut diatas baki agar mudah memindahkan ke dalam pendingin.
3.      Tempatkan underline di semua alat saji.
4.      Susun isi salad diatasnya, hias.
5.      Simpan di refrigerator hingga akan disajikan.
6.      Jangan tambahkan bumbu isian pada sayuran salad hingga disajikan agar sayurannya tidak layu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar